ENTER PASSCODE
○○○○
ENTER PASSCODE
●○○○
ENTER PASSCODE
●●○○
ENTER PASSCODE
●●●○
YOU ARE INVITED TO OPEN THIS CARRD WITH
CLICK OUR NAME AND OUR DATE
Ungkap


Selamat malam, Cho Seungyoun.
Sebelumnya, terimakasih karena telah menyempatkan diri untuk membaca surat ini.
Ada berjuta kebahagiaan merekah tak terhitung memenuhi dadaku setiap kali memikirkan tentang kita. Terutama malam ini, karena malam ini, kita memperingati satu tahun usia hubungan kita. Tanggal 28 Desember 2019, tepat setahun lalu, kita memulai hubungan ini. Setiap bulan, hari, dan waktu yang kita lalui terlalu berharga untukku. Seungyoun, tanpa kamu ketahui, keberadaanmu di dekatku, selalu membuatku jatuh cinta lagi, lagi dan lagi, tak pernah berubah, masih sama seperti saat pertama kali aku menyadari bahwa aku mencintaimu.
Selagi aku menulis surat ini, dibanding merasa takut akan tantangan masa depan atau apa yang akan terjadi tanpamu, aku justru sedang berpikir tentang irama hidup kita nantinya yang akan dipenuhi dengan banyak kebahagiaan. Ada banyak hal yang mungkin tak kau tahu dariku, betapa banyak kurangku yang mungkin akan kamu temui di depan sana, aku harap kamu masih memiliki kesabaran dan cinta yang banyak ketika menemuinya nanti ya, Youn.
Aku ingin hari-hariku ke depannya semakin dipenuhi banyak cinta darimu. Aku ingin terus melihat senyum manismu, mendengar merdunya suara tawamu, dan menangis bersamamu di malam hari ketika usai bertengkar, seperti biasanya. Aku ingin kau selalu ada untuk menemaniku hingga kita tua nanti. Belajar bersama untuk saling mengerti satu sama lain lebih banyak lagi. Meski terkadang aku bertanya-tanya, apakah aku pantas mendampingimu?
Youn, cinta itu tidak hanya sebatas kenangan dan pikiran kan? Tapi cinta itu adalah bagian dari interaksi antara kita untuk menjaga harmoni. Membuat “bara” nya tetap menyala hangat dalam jagad hati kita masing-masing. Semoga kita bisa selalu menjaga "bara" itu ya sayang? Aku tahu, mungkin aku bukan yang pertama untuk kamu di sini, tapi aku ingin menjadi yang terakhir untukmu.
Dengan hangat, Han Seungwoo.
Bayang

Groom : Cho Seungyoun.

Altar, tempat sakral untuk Seungyoun dan Seungwoo melaksanakan pernikahan mereka.

Seungyoun langsung mencium bibir Seungwoo dengan sangat lembut usai mereka telah mengucapkan janji untuk saling mendampingi dalam suka maupun duka.

Kedua mempelai melakukan pemotongan kue secara bersamaan dengan romantis, kemudian saling menyuapi satu sama lain.

Bride : Han Seungwoo.

Kedua mempelai memasuki altar untuk kemudian mengucapkan janji suci di antara mereka berdua.

Selepas dari ikrar pernikahan yang telah diucapkan, mempelai bergantian untuk memasang cincin pada jari manis masing-masing. Cincinnya pas, batin keduanya.

Seungyoun dan Seungwoo menyapa para tamu undangan untuk berterimakasih atas kehadiran mereka di acara pernikahan hari ini.
Lepas

Usai menyelesaikan acara pernikahan mereka malam itu, Seungyoun dan Seungwoo tidak langsung beristirahat, melainkan malah saling berpelukan di atas ranjang, menatap pasangan masing-masing dengan perasaan yang hangat dan penuh cinta.
"Woo, makasih ya buat hari ini?" Seungyoun mengusap rambut yang lebih tua, tersenyum.
Seungwoo menganggukan kepalanya sambil tersenyum dengan tulus, menatap suaminya.
"Makasih juga ya, Youn, buat hari ini dan hari-hari kemarin. Kita udah melalui banyak banget hal, dari yang baik sampai buruk, semuanya kamu lalui berdua sama aku." Seungwoo kembali tersenyum, mengingat kembali kenangan satu tahun ke belakang, kemudian melanjutkan, "makasih udah mau menjaga hati kamu cuma buat aku, makasih juga udah sabar menghadapi segala tingkah kekanakan aku." Seungwoo memasang wajah muram karena teringat pertengkaran mereka yang kebanyakan karena ulahnya.
"Woo, kok sedih? Aku senang kok bisa bareng-bareng sama kamu. Semua yang aku lakuin buat kamu, itu semua karena kemauan aku sendiri." Seungyoun menutup ucapannya dengan mencium lembut bibir merah ranum milik pasangannya itu, membuat Seungwoo membalasnya dengan tidak kalah lembut.
Ciuman mereka dipenuhi dengan rasa sayang dan cinta yang sangat hangat, keduanya sampai menangis haru disela-sela ciuman. Keduanya tidak berhenti mengucap syukur yang banyak kepada Tuhan karena takdir terindah yang mereka miliki.
"Seungyoun, kedepannya, kamu mau kan melewati hari-hari kamu yang lain bersama aku?" Ucap Seungwoo sambil mengusap matanya yang berair, ia menatap Seungyoun, orang yang selalu ia kagumi itu dengan tatapan penuh harap.
"Aku mau, Seungwoo, dengan senang hati." Seungyoun langsung memeluk tubuh laki-laki di hadapannya itu dengan erat, seakan tidak ada yang boleh melepaskan pelukan hangat mereka.
SELESAI.